Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa saling berhubungan dalam bidang ekonomi, social, politik, dan budaya.Paham yang demikian itu disebut globalisme atau neo liberalisme.Tiga faktor pendorong globalisasi ialah:
1) Kekuatan kaum kapital global atau multi nasional corporation (MNC) yang mampu beroperasi hampir diseluruh dunia.
2) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK, khususnya dibidang telekomunikasi.
3) Dukungan pemerintah Negara-Negara sedang berkembang atau NSB terhadap ekspansi kaum kapitalisglobal di Negara mereka.
Kemampuan kaum MNC beroperasi keseluruh penjuru dunia, karena adanya akumulasi modal melalui keuntungan yang diperolehnya dari menghisap dan menindas kaum pekerja pada jaman kolonialisme. Mereka membentuk capital dengan cara primitif yaitu melalui jalan kekerasan, seperti yang terjadi di Indonesia pada jaman VOC Belanda. Hal yang serupa juga dilakukan oleh kaum kolonialis di Negara-negara jajahannya di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Ide globalisasi lahir sejak menangnya kaum borjuis dalam Revolusi Prancis 1779. Kaum feodal ditumbangkan, sistem ekonomi diubah dari system ekonomi feodalisme menjadi system ekonomi liberal kapitalisme. di mana uang menjadi “raja” yang memutuskan segala perkara. Kata uang adalah merupakan undang-undang yang harus ditaati oleh seluruh umat manusia yang mendewakan system tersebut. Barang siapa berani melawan uang berarti berani melawan raja atau dewa. Karena uang itu merupakan barang (material), maka uang ada yang memilikinya yaitu manusia. Manusia mencipta uang, karena tunduk dan berbakti kepada uang. Barang siapa pemilik uang dalam system ekonomi liberal kapitalisme, mereka adalah raja atau dewa yang disembah oleh anggota masyarakat kapitalis.
Globalisasi adalah keniscayaan peradaban dari kebudayaan suatu kehidupan manusia, yang selalu berevolusi. Dari awal globalisasi adalah sebuah harapan baru bagi kehidupan masyarakat dalam membutuhkan material. Adanya pencerahan yang baik memberikan kehidupan yang sangat optimis. Sekalipun globalisasi juga membawa angin negatif yang berarti pesimisnya manusia karena regenerasi yang memiliki kualitas yang unggul. Kapitalisme merupakan suatu keharusan sejarah yang merupakan anak kandung dari feodalisme.
Memaknai globalisasi sebagai optimisme atau pesimistis bergantung dari individu itu sendiri dalam melihat globalisasi itu dan kebutuhan. Dari kasus yang dilihat dari fenomena saat ini manusia melihat globalisasi adalah sebuah optimistisme yang memberikan kemudahan dalam aktivitas manusia. Baik dari segi ekonomi, politik, hukum dan budaya optimisme merupakan reformasi secara gradual. Demi mencari kesempurnaan dan hasil yang lebih baik dalam peradaban kehidupan manusia. Perubahan teknologi secara signifikan telah merubah pikiran dan tingkah laku manusia dalam mengambil tindakan. Negatifnya, hanya sebagai konsumerisme dari manusia yang terkadang tidak bisa ditahan, karena efek langsung dari globalisasi secara berlebihan. Peradaban baru adalah keniscayaan yang tidak bisa ditahan atau ditangguhkan, apalagi untuk tujuan-tujuan untuk kemasyalahatan masyarakat ssecara menyeluruh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar