Kamis, 04 November 2010

NILAI DASAR PERJUANGAN (NDP) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) BAB III HAKEKAT PENCIPTAAN DAN ESKATOLOGI (MA’AD)

Salah satu prinsip dasar pandangan dunia yang merupakan fondasi penting dari keimanan Islam adalah kepercayaan akan adanya kebangkitan di hari akhirat (kehidupan sesudah mati). Beriman kepadanya karena merupakan suatu persyaratan hakiki untuk dapat disebut muslim. Mengingkari ini dapat dipandang sebagai bukan muslim.

Sebelum masuk ke bahasan sesudah mati maka masalah tujuan dari penciptaan harus terlebih dahulu kita selesaikan, apakah yang memiliki tujuan dalam penciptaan itu Tuhan ataukah makhluk? Dan kemanakah tujuannya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertannyaan tersebut haruslah bersandar pada landasan-landasan metafisika Islam sebagai konsekuensi-konsekuensi yang dilahirkan dari pilihan jawaban kita akan dapat terselesaikan dengan tanpa keraguan. Jawaban ini juga yang akan menjelaskan kepada kita bahwa tujuan dari seluruh ciptaan adalah bergerak menuju sesuatu yang sempurna dan Kesempurnaan tertinggi adalah Tuhan maka Dia-lah tujuan dari seluruh gerak ciptaan. Bahasan tujuan penciptaan itulah yang akan menjadi awal untuk selanjutnya kita masuk dalam pembahasan kehidupan setelah mati (Eskatologi).

Asal dan sumber kepercayaan tentang hari akhirat ini mestilah dibuktikan melalui argument-argumrn filosofis sehingga tidak ada sedikitpun alasan yang dapat dikemukakan (oleh mereka yang belum mempercayai wahyu Ilahi) untuk meragukannya. Kesungguhan beragama terpacu dengan sendirinya bila kesadaran akan adanya hari akhirat (kehidupan kekal) sebagai sesuatu yang mutlak atau pasti terjadi. Sehingga oleh para nabi dan rasul kepercayaan kepada Eskatologi (Ma’ad) merupakan prinsip kedua setelah Tauhid.
Tema-tema yang membicarakan masalah kehidupan akhirat ini atau kehidupan sesudah mati dari segi pandangan Islam berkenaan dengan maut, kehidupan sesudah mati, alam barzakh, hari pengadilan besar, hubungan antara dunia sekarang dan dunia akan dating, manifestasi dan kekekalan perbuatan manusia serta ganjaran-ganjarannya, kesamaan dan perbedaan antara kehidupan dunia sekarang dan dunia di akan datang, argument-argumen al-Qur’an dan bukti-bukti tentang dunia akan datang, keadilan Tuhan dan kebijaksanaan Tuhan.

Sepanjang kehidupan baik didunia ini maupun diakhirat, kebahagiaan kita sangat tergantung pada keimanannya pada hari tersebut. Karena ia akan mengingatkan manusia akan akibat-akibat dari segala tindakannya. Dengan cara ini manusia menyadari bahwa perbuatan-perbuatan, perilaku, pemikiran-pemikiran, perkataan dan akhlak manusia mulai dari yang paling besar hingga kepada yang paling kecil, mempunyai awal dan akhir, sebagaimana mahkluk manusia itu sendiri. Tetapi manusia hendaknya tidak berfikir bahwa semuanya berakhir pada masa kehidupan dunia ini atau penoda ini saja. Sebab segalanya itu tetap ada dan akan dimintai pertanggungjawaban pada hari periode kedua.

Kebahagiaan manusia pada hari itu bergantung pada kepercayaan pada hari atau periode kedua tersebut. Karena pada hari kedua (periode kedua tersebut) manusia akan diganjar atu dihukum sesuai perbuatan-perbuatannya. Itulah sebabnya maka menurut Islam beriman kepada hari kebangkitan dipandang sebagai tuntutan yang hakiki bagi kehidupan manusia.
Hasil Kongres XXV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar